Diduga Depresi Dilema Skripsi, Mahasiswa Unpad Gantung Diri Pakai Syal


Diduga lantaran depresi sedang menghadapi skripsi, seorang mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Negeri ternama ditemukan tewas gantung diri. Peristiwa itu terjadi pada Senin 17 Desember 2018 lalu, sekira pukul 20.10 WIB

Anggota Reskrim Polsek Jatinangor beserta adonan piket fungsi telah melaksanakan pengecekan terkait adanya laporan orang meninggal dunia dengan cara gantung diri. diketahui, korban berjulukan Mohamad Bahtiar (23) yang merupakan mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) Jatinangor semester 12 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) jurusan Sejarah, ujar Kapolres , Rabu (19/12/2018).

Selain itu, imbuh Kapolres, pihaknya telah memintai keterangan dari sejumlah saksi dan ayah korbanpun telah dimintai keterangan.

“Berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi, bahwa korban nekat melaksanakan agresi bunuh diri diduga lantaran stres dan depresi menghadapi skripsi persiapan selesai kuliah,” terangnya.

Dikatakan Kapolres, dari keterangan Bapak korban, pada beberapa hari yang lalu, dirinya kerap bolak balik ke Jakarta guna menengok adiknya yang tengah sakit. sehingga, dirinya jarang pulang kerumah.

“Pada Sabtu malam kemarin sekira pukuk 19.53 WIB korban dan Bapaknya masih kontakan via telepon namun, pada Minggu pukul 19.07 WIB dengan korban tidak ada komunikasi lagi. sehingga Bapak korban seketika mencuriganya. lalu, mendatangi rumahnya itu untuk mengecek kondisi di Tempat Kejadian Perkara (TKP),” ucapnya.

Setelah mengetuk pintu, sambung Hartoyo, dan tak ada yang menyapanya kemudian didobrak sebab, pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam. lalu, terlihat posisi leher korban tengah tergantung pada teralis besi jendela kamarnya dengan kain syal warna putih corak. Dibawahnya terdapat bangku yang sudah ditendang.

Polisi menyimpulkan agresi gantung diri menjadi penyebab tewasnya mahasiswa jurusan sejarah itu lantaran tidak menemukan bukti bekas tindak kekerasan di badan korban. Untuk sementara, sesuai dengan ciri-ciri korban gantung diri, celana lembap dikarenakan korban mengeluarkan banyak sperma dari kemaluan, dan tinja dari anusnya, serta pengecap yang menjulur kaku.

“Namun demikian, dengan adanya insiden tersebut pihak keluarga korban tidak akan mempermasalahkan insiden itu dan menerimanya sebagai petaka sebab, dari hasil investigasi pihak dokter puskesmas dan Unit Identifikasi Polres Sumedang tidak ditemukan hasil dari tindak pidana. menyusul, keluarga korban telah menciptakan pernyataan bahwa tidak akan menuntut dan insiden tersebut murni bunuh diri,” tandasnya.