Daniel Azhar: Pemberian Masyarakat Ke Prabowo - Sandi Menyerupai Gelombang Tsunami


Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzhar Simanjuntak menyebut derma masyarakat ke Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terus mengalir bagaikan gelombang tsunami. Apa maksudnya?

Awalnya Dahnil membocorkan isi bahasan Prabowo dengan Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikala berjumpa di kediaman SBY, Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (21/12). Dia menyebut, dikala itu SBY menyampaikan atmosfer kemenangan ada di kubu Prabowo-Sandi.

"Kemarin, ketika bertemu pak SBY, ini saya bocorkan. Pak SBY ngomong begini, dia sudah ikut dua kali kontestasi pilpres. Beliau sudah tahu atmosfer kemenangan menyerupai apa. Setelah 3 bulan dia keliling, baca survei segala macam, dia yakin atmosfer kemenangan dikala ini itu ada di Pak Prabowo," kata Dahnil dikala konferensi pers refleksi simpulan tahun di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (31/12/2018).

Kemudian Dahnil mengaku mencicipi hal yang sama dengan SBY bahwa atmosfer kemenangan ada di kubu pasangan nomor urut 02. Dia menyebut derma masyarakat dikala ini menyerupai gelombang tsunami yang terus membesar.

"Pak SBY bilang atmosfernya kemenangan Pak Prabowo Sandi. Dan itu kami rasakan. Asal Pak Prabowo-Sandi turun ke bawah, itu menyerupai gelombang tsunami, yang terus membesar," ucapnya.

"Dukungan melalui sumbangan masyarakat, melalui atensi masyarakat, nggak pernah ada acara-acara yang dimobilisasi pakai sembako, pakai amplop, itu nggak ada," sambungnya.

Menurutnya, dikala ini masyarakat menginginkan gelombang perubahan di pemerintahan. Dahnil juga mengatakan, semakin Prabowo-Sandi difitnah, itu akan menciptakan keduanya menerima derma besar dari masyarakat.

"Gelombang perubahan yang memang mau ditangkap masyarakat, gelombang ini semakin besar. Makara mau difitnah menyerupai apa pun fitnah, fitnah ini justru semakin menawarkan daya dorongnya semakin besar. Makara silakan saja, terus fitnah, tapi kami yakin gelombang ini semakin besar dan derma kepada kami akan terus besar," tutur dia.

Tak hanya itu, dia juga menyampaikan survei di masyarakat dikala ini lebih banyak yang menentukan Prabowo. Sebab, masyarakat menilai pemerintahan dikala ini gagal di dilema ekonomi.
"Gelombang perubahan yang memang mau ditangkap masyarakat, gelombang ini semakin besar. Makara mau difitnah menyerupai apa pun fitnah, fitnah ini justru semakin menawarkan daya dorongnya semakin besar. Makara silakan saja, terus fitnah, tapi kami yakin gelombang ini semakin besar dan derma kepada kami akan terus besar," tutur dia.

Tak hanya itu, dia juga menyampaikan survei di masyarakat dikala ini lebih banyak yang menentukan Prabowo. Sebab, masyarakat menilai pemerintahan dikala ini gagal di dilema ekonomi.

"Di beberapa survei, masyarakat ada rasa ketakutan, sebab ketika banyak survei mereka kira jikalau survei itu dari pihak mana, mau korek-korek apa, ketika ditanya mau pilih siapa, mereka jawab Jokowi. 

Tapi teman-teman, apa yang terjadi waktu kita datangi, yang nanya itu orang-orang yang mereka percaya. Makara jikalau ditanya orang yang nggak kenal, dia jawab Jokowi. Tapi jikalau yang tanya orang yang dia percaya, dia jawab saya pilih Prabowo," tuturnya.

Related Post