A. Strategi Pembinaan Anak Berbakat
Strategi yakni “semua faktor yang berhubungan dengan pencapaian tujuan”[1] sedangkan pembelajaran yakni “suatu variasi yang tersusun termasuk unsur-unsur manusiawi, material, kepraktisan dan mekanisme yang saling mensugesti meraih tujuan pembelajaran”.[2] Kata training berasal dari kata bahasa Indonesia yang kata asalnya yakni “bina” kemudian diberi awalan “pe" dan akhiran “an”. “pembinaan” yakni “pembangunan Negara (dan sebagainya), pembaharuan”.[3] training yakni “salah satu kerja keras insan untuk menjinjing si anak ke tingkat kedewasaan dalam arti sadar dalam memikul tanggung jawab segala perbuatan secara moral”.[4]
Adapun training yang dimaksud adalah, kerja keras yang dijalankan oleh guru pesantren yakni membimbing dan mengarahkan santri unutk memiliki kemampuan dan keahlian khusus yang nantinya akan menjadi kemampuan siap pakai dalam kehidupan di masyarakat.
Anak berbakat yakni “mereka yang memiliki kemampuan-kemampuan yang unggul dan bisa menampilkan prestasi yang tinggi. Anak berbakat membutuhkan pelayanan pendidikan khusus untuk menolong mereka meraih prestasi sesuai dengan bakat-bakat mereka yang unggul”[5]. Bakat” (aptitude) pada umumnya diartikan selaku kesanggupan bawaan, selaku potensi yang masih perlu dikembangkan dan dilatih biar sanggup terwujud. Berbeda dengan bakat, “kemampuan” ialah daya untuk menjalankan sebuah langkah-langkah selaku hasil dari pembawaan dan latihan. Kemampuan menampilkan bahwa sebuah langkah-langkah (performance) sanggup dijalankan sekarang. Sedangkan talenta membutuhkan latihan dan pendidikan biar sebuah langkah-langkah sanggup dijalankan dimasa yang mau datang. Bakat dan kesanggupan menyeleksi “prestasi” seseorang. Makara prestasi itulah yang ialah perwujudan dari talenta dan kemampuan.
Pembinaan anak berbakat dan jiwa agama seseorang sungguh diputuskan oleh pendidikan dan pengalaman yang dilalui oleh seorang anak, sejak usia dini anak mesti diajarkan dengan didikan yang baik, alasannya yakni pertumbuhan dan pertumbuhan jiwa anak sungguh kokoh kepada pertumbuhan talenta anak itu sendiri. Sejak lahir, insan sudah menjinjing potensi dasar, tergolong bakat.