Tkw Ponorogo Disekap Di Malaysia Dan Meninggal Dunia

Ponorogo - Jenazah seorang tenaga kerja perempuan (TKW) berjulukan Mariana (41), yang meninggal tanggapan sakit sehabis disekap oknum distributor pengerah tenaga kerja di Malaysia, dimakamkan di daerah pemakaman umum (TPU) asal kelahirannya di Desa Kaponan, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Sabtu (20/5).

Ia sebelumnya disekap pihak distributor selama 20 hari sebab tidak segera membayar ganti rugi sebesar Rp 15 juta sehabis dikeluarkan oleh majikannya sebab berselisih problem pekerjaan.

Milik Sujatmika relawan dari Peduli Buruh Migran dalam keterangannya, tadi pagi menjelaskan, bahwa keluarga almarhum semula berulangkali dihubungi pihak distributor di Johor Baru supaya mengirimkan uang tebusan sebesar Rp 15 juta sebagai pengganti biaya ongkos pemberangkatan almarhum.

Karena tidak mempunyai uang, keluarga almarhum tidak sanggup berbuat apa-apa, sampai atas proteksi Kepolisian Diraja Malaysia beserta KJRI Johor Baru berhasil membawa korban keluar dari sekapan oknum distributor tersebut, Senin (15/5).

“Sayangnya, kondisi kesehatan Mariana yang lemah sebab hanya diberi makan hanya satu kali dalam sehari,” ujar Sujatmika.

Menurut Sujatmika, biaya kepulangan almarhum dari Johon Baru ke Ponorogo didanai oleh komunitas Paguyuban TKI Ponorogo di Malaysia, di Johor Baru. Ia belum mendalami, bencana yang menciptakan Mariana berselisih dengan majikannya sehingga mengembalikannya ke pihak agen.

Sementara itu keluarga korban yang dikonfirmasi terpisah menyerahkan penanganan kasusnya ke Mabes Polisi Republik Indonesia yang diperlukan sanggup menangani masalah Mariana bekerja sama dengan Polisi Diraja Malaysia. Dibenarkan, selama beberapa waktu sebelumnya, pihak keluarga mendapatkan berulang kali telepon dari pi
Sementara itu keluarga korban yang dikonfirmasi terpisah menyerahkan penanganan kasusnya ke Mabes Polisi Republik Indonesia yang diperlukan sanggup menangani masalah Mariana bekerja sama dengan Polisi Diraja Malaysia. Dibenarkan, selama beberapa waktu sebelumnya, pihak keluarga mendapatkan berulang kali telepon dari pihak distributor di Johor Baru yang minta kiriman uang Rp 15 juta sebagai pengganti biaya Mariana yang berselisih dengan majikannya.

Penelepon itu sengaja memperdengarkan bunyi minta tolong almarhum supaya keluarganya cepat memenuhi ajakan pihak agen.
Sumber https://wengkersite.blogspot.com/

Related Post