Kata puisi berasal dari bahasa Yunani “poema” yang berarti membuat dan “poesis” yang berarti pembuat pembangun atau pembentuk. Sedangkan berdasarkan Tjahyono, puisi dikatakan sebagai pembangun atau pembentuk alasannya yakni memang intinya dengan membuat seuntai puisi maka seorang penyair telah membangun, membuat atau membentuk sebuah dunia baru, secara lahir maupun batin.
Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang cenderung gampang dikenali alasannya yakni mempunyai suatu karakter yang membedakannya dengan jenis karya sastra lainnya. Puisi merupakan karya sastra yang menggunakan bahasa cenderung singkat, padat, dan sebagian besar menekankan penggunaan kata-kata kiasan dengan gaya bahasa atau majas tertentu untuk meningkatkan kesan.
Karena cenderung menggunakan kata-kata konotatif serta kiasan, maka puisi membutuhkan kebijaksanaan budi untuk memahami maksud dan terkadang menjadikan makna ambigu. Berdasarkan zaman atau periode perkembangan puisi di Indonesia, puisi dibedakan menjadi tiga macam, yaitu puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer.
Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas ihwal pengertian, jenis-jenis, referensi serta perbedaan antara puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer. Untuk itu, silahkan kalian simak baik-baik klarifikasi berikut ini. Selamat membaca dan belajar, semoga sanggup paham.
Pengertian, Jenis, dan Contoh Puisi Lama
Pengertian Puisi Lama:
Puisi lama yakni puisi yang terikat oleh atura-aturan tertentu. Aturan-aturan tersebut antara lain sebagai berikut.
□ Jumlah kata dalam 1 baris.
□ Jumlah baris dalam 1 bait.
□ Persajakan (rima).
□ Banyak suku kata tiap baris.
□ Irama.
Ciri-Ciri Puisi Lama:
Adapun ciri-ciri puisi lama yakni sebagai berikut.
□ Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
□ Peninggalan sastra Melayu lama.
□ Disampaikan lewat lisan ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
□ Sangat terikat oleh aturan-aturan menyerupai jumlah baris tiap bait dan jumlah suku kata.
Jenis-Jenis Puisi Lama:
Macam-macam puisi lama antara lain sebagai berikut.
1. Pantun
Pantun yakni jenis puisi lama peninggalan sastra Melayu lama. Pantun merupakan salah satu puisi lama orisinil masyarakat Melayu yang sangat populer. Sekarang penggunaan pantun sanggup diselaraskan sesuai dengan jenis pantun.
Ciri-Ciri pantun yakni sebagai berikut.
□ Satu bait terdiri atas empat baris.
□ Setiap baris terdiri atas 4-5 kata.
□ Setiap baris terdiri atas 8-12 suku kata.
□ Rima simpulan berpola a-b-a-b
□ Struktur pantun terdiri atas sampiran dan isi. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi.
Jenis-jenis pantun antara lain sebagai berikut.
■ Pantun Nasihat
■ Pantun Teka-Teki
■ Pantun Remaja
■ Pantun Agama
■ Pantun Adat
■ Pantun Kepahlawanan
■ Pantun Kias
■ Pantun Peribahasa
■ Pantun Jenaka
Contoh-Contoh pantun yakni sebagai berikut.
Sungguh indah pintu dipahat Burung puyuh di atas dahan Kalau hidup hendak selamat Taat selalu perintah Tuhan |
Berakit-rakit ke hulu Berenang-renang ke tepian Bersakit-sakit dahulu Bersenang-senang kemudian |
Bawa tandu tunda di jalan Bawalah juga sebilah bambu Kalau kamu rindu tengoklah bulan Di sana kita sanggup bertemu |
2. Syair
Syair merupakan salah satu puisi lama, syair berasal dari bahasa Arab yaitu syi’ir atau Syu’ur yang artinya perasaan yang mendalam. Awal mula syair berasal dari Persia dan masuk ke Indonesia bersama dengan penyebaran Agama Islam.
Ciri-ciri syair yakni sebagai berikut.
□ Setiap bait terdiri atas empat baris.
□ Setiap baris terdiri atas 8-14 suku kata.
□ Bersajak a-a-a-a.
□ Semua baris yakni isi.
□ Bahasanya biasanya kiasan.
Jenis-jenis syair antara lain sebagai berikut.
■ Syair Panji yakni syair yang menceritakan kejadian, keadaan ataupun orang-orang yang berada di dalam suatu istana kerajaan.
■ Syair Kiasan yakni syair yang berisi ihwal perumpamaan terhadap suatu kejadian tertentu.
■ Syair Romantis yakni syair yang biasanya berisi ihwal percintaan.
■ Syair Sejarah yakni syair yang berdasarkan suatu peristiwa, tokoh ataupun tempat yang bersejarah.
■ Syair Keagamaan yakni syair yang berisi ihwal fatwa Islam, sufi, riwayat kisah Nabi dan Rasul serta pedoman hidup biar senang di dunia dan akhirat.
Contoh syair yakni sebagai berikut.
Janganlah engkau berbuat maksiat Janganlah engkau berbuat jahat Segeralah engkau bertaubat Agar selamat dunia akhirat Apabila engkau kesulitan Dan mendapatkan segala cobaan Memohonlah kepada Tuhan Pasti Tuhan mengabulkan Jangan lupa kepadaNya Patuhilah perintahNya Bertaubatlah kepadaNya Pasti Tuhan menerimaNya |
3. Karmina
Karmina disebut juga pantun kilat yaitu pantun yang terdiri atas dua baris dan biasanya dipakai untuk memberikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung. Pantun kilat banyak dipakai oleh kalangan cukup umur yang bertujuan sebagai pencair suasana.
Ciri-ciri karmina yakni sebagai berikut.
□ Satu bait terdiri atas 2 baris.
□ Bersajak a-a.
□ Satu baris terdiri atas 8-12 suku kata.
□ Satu baris terdiri atas 4-5 kata.
Contoh karmina yakni sebagai berikut.
Jambu besar milik nyonya Kalau nyasar tinggal tanya Beli kedondong di Kota Paris Boleh kanalan dong manis Pak Sulam pergi ke Cina Selamat malam buat yang di sana Burung gelatik bagus rupanya Eneng bagus siapa yang punya Bapak Supri menggunakan batik Hari ini kamu terlihat cantik |
4. Talibun
Talibun yakni salah satu bentuk puisi lama yang berbentuk menyerupai pantun. Talibun biasanya mempunyai baris genap menyerupai 6 baris, 8 baris, 10 baris, dan seterusnya. Talibun 8 baris yakni jenis talibun yang paling populer.
Ciri-ciri talibun antara lain sebagai berikut.
□ Talibun mempunyai jumlah baris yang genap yang terdiri atas isi dan sampiran. Jika talibun terdiri dari 6 baris, maka 3 baris pertama disebut juga dengan sampiran dan 3 baris selanjutnya merupakan isi.
□ Antarsampiran harus saling berhubungan.
□ Bersajak abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde, dan seterusnya menyesuaikan jumlah baris.
□ Tiap baris terdiri dari 8 hingga 12 kata.
Contoh talibun yakni sebagai berikut.
Selasih di rimba Jambi Rotan ditarik orang Pauh Putus akarnya di jerami Kasih pun gres dimulai Tuan bawa berjalan jauh Itu menghina hati kami |
5. Seloka
Seloka merupakan bentuk puisi Melayu Klasik berisikan pepatah maupun perumpamaan yang mengandung senda gurau, sindiran, bahkan ejekan. Ciri-ciri seloka biasanya ditulis dalam empat baris menggunakan bentuk pantun atau syair, terkadang sanggup juga ditemui seloka yang ditulis lebih dari 4 baris.
Contoh seloka yakni sebagai berikut.
Baik budi emak si Randang Dangang kemudian ditanakkan Tiada berkayu rumah diruntuhkan Anak pulang kelaparan Anak dipangku diletakkan Kera di hutan disusui |
6. Gurindam
Gurindam merupakan salah satu bentuk puisi Melayu lama yang terdiri dari 2 baris kalimat dengan irama simpulan yang sama yang merupakan satu kesatuan yang utuh.
Ciri-ciri gurindam antara lain sebagai berikut.
□ Biasanya baris pertama berisikan semacam soal, duduk kasus atau perjanjian.
□ Baris kedua berisikan jawabannya atau akhir dari duduk kasus atau perjanjian pada baris pertama tadi.
Contoh gurindam yakni sebagai berikut.
Pabila banyak mencela orang Itulah tanda dirinya kurang Dengan Ibu hendaknya hormat Supaya tubuh sanggup selamat |
7. Mantra
Mantra yakni puisi lama yang umumnya dipakai dalam upacara budpekerti atau keagamaan. Mantra biasanya mengandung nilai atau kekuatan magis sehingga sanggup menjadikan imbas atau kesan tertentu kalau dibaca atau diucapkan.
Ciri-ciri mantra antara lain sebagai berikut.
□ Bersifat sakti
□ Bersajak abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde
□ Menggunakan bahasa khusus yang bersifat esoferik
□ Cenderung lebih bebas dalam hal suku kata, baris atau sajak
□ Biasanya dipakai dalam upacara keagamaan
Contoh mantra yakni sebagai berikut.
Hai yang kuasa berotot besi Bangunlah dengan kekuatan besimu itu Wahai raja basa basi Yang duduk dikerajaan paling tinggi Bersandar ditiang besi Memintamu untuk memperlihatkan insan Kuminta manusia sedikitmu Agar mendapatkan kekuatan otot besimu |
8. Bidal
Bidal merupakan jenis peribahasa yang mempunyai arti lugas, mempunyai rima dan irama, sehingga sering digolongkan ke dalam bentuk puisi. Dalam kesusastraan Melayu, bidal yang mengandung kiasan, sindirin atau pengertian tertentu. Bidal termasuk salah satu jenis sastra yang tertua. Secara teoritis, makna bidal seringkali disamakan dengan pepatah atau ungkapan.
Dalam kehidupan sehari-hari, bidal mempunyai fungsi sebagai berikut.
□ Sebagai media komunikasi. „
□ Sebagai media pengajaran dan pendidikan. „
□ Sebagai media untuk mengkritik. „
□ Sebagai media untuk mengontrol dalam masyarakat. „
□ Sebagai media untuk memperlihatkan kebijaksanaan. „
□ Sebagai media untuk melihat dan mengukur status seseorang.
Contoh bidal yakni sebagai berikut.
Bagai kerakap di atas batu, hidup segan mati tak mau. Ada ubi ada talas, ada budi ada balas. Tulus tangan dilakukan, lulus kata dilangkahkan. |
Pengertian, Jenis dan Contoh Puisi Baru
Pengertian Puisi Baru:
Puisi gres yakni bentuk puisi yang sudah tidak terikat oleh aturan-aturan yang mengikat puisi lama sehingga cenderung lebih bebas. Puisi gres berkembang dari puisi lama yang telah mendapat efek dari luar yang puisinya terikat oleh hukum rima, jumlah baris dan jumlah suku kata.
Ciri-Ciri Puisi Baru:
Adapun ciri-ciri puisi gres yakni sebagai berikut.
□ Tidak terikat oleh aneka macam aturan-aturan rima dan hukum puisi lama lainnya.
□ Diketahui nama pengarangnya.
□ Perkembangan secara lisan dan tertulis.
□ Penggunaan majas yang dinamis/berubah-ubah.
□ Biasanya menceritakan ihwal kehidupan.
□ Lebih banyak menggunakan sajak pantun dan syair.
□ Bentuk yang lebih rapi dan sejajar.
□ Rima simpulan yang biasanya teratur.
□ Setiap barisnya merupakan kesatuan sintaksis.
□ Bentuknya rapi dan biasanya simetris.
□ Mempunyai persajakan yang teratur di akhir.
□ Kebanyakan mempergunakan pola sajak pantun dan syair.
□ Sebagian besar puisi empat seuntai.
□ Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra atau dengan istilah laih sebagai kesatuan sintaksis.
□ Tiap gatranya terdiri atas dua kata dengan 4-5 suku kata.
Jenis-Jenis Puisi Baru:
Macam-macam puisi gres berdasarkan bentuknya:
■ Distichon: terdiri dari dua baris tiap bait (puisi dua seuntai)
■ Terzina: terdiri dari tiga baris tiap bait (puisi tiga seuntai)
■ Kuartet: terdiri dari empat baris tiap bait (puisi empat seuntai)
■ Quin: terdiri dari lima baris tiap bait (puisi lima seuntai)
■ Sektet: terdiri dari enam baris tiap bait (puisi enam seuntai)
■ Septime: terdiri dari tujuh baris tiap bait (puisi tujuh seuntai)
■ Stanza: terdiri dari delapan baris (puisi delapan seuntai)
■ Soneta: terdiri dari empat belas baris
Macam-macam puisi gres berdasarkan isinya:
1. Balada
Adalah jenis puisi gres yang berisi kisah atau kisah ihwal sesuatu atau seseorang. Adapun ciri-ciri balada yakni sebagai berikut.
□ Terdiri dari 3 bait yang masing-masing bait terdiri dari 8 larik.
□ Larik terakhir dalam bait pertama mejadi refrensi dalam bait-bait berikutnya.
Contoh balada yakni sebagai berikut.
Balada Pembungkus Tempe Karya: W.S. Rendra Fermentasi asa Mengharap sempurna Bentuk utuh nan konyol Rasa, karsa tempe Pembungkus yang berjasa Penuh kisah bertulis murung lara Dibuang tanpa dibaca Pembungkus tempe Bukan plastik tapi kertas lama tak terpakai Masihkah ada yang membelai sebelum membuangnya? |
2. Romansa
Adalah jenis puisi gres yang berisi ihwal sebuah luapan perasaan cinta, kasih dan sayang. Ciri-ciri romansa yakni sebagai berikut.
□ Mengandung kalimat yang puitis
□ Bertemakan romansa yang menggambarkan ungkapan cinta kepada yang dikasihi
□ Penggambaran dilakukan secara tersirat.
Adapun referensi puisi romansa yakni sebagai berikut.
Taman Taman punya kita berdua Tak lebar luas, kecil saja Satu tak kehilangan lain dalamnya Bagi kamu dan saya cukuplah Taman kembangnya tak berpuluh warna Padang rumputnya tak berbanding permadani Halus lembut dipijak kaki Bagi kita bukan halangan Karena Dalam taman punya berdua Kau kembang, saya kumbang Aku kumbang, kamu kembang Kecil, penuh surya taman kita Tempat merenggut dari dunia dan usia |
3. Himne
Adalah jenis puisi gres yang berisi mengenai sebuah pujaan untuk Tuhan, tanah air atau pahlawan. Puisi himne ditujukan sebagai lagu kebanggaan untuk menghormati Dewa, Tuhan, Tanah air, ataupun almamater. Contoh himne yakni sebagai berikut.
Tuhan kami Telah nista kami dalam doa bersama Bertahun membangun kultus ini Dalam pikiran yang ganda Dan menutupi hati nurani Ampunilah kami.. Ampunilah.. Amin.. Tuhan kami Telah terlalu gampang kami Menggunakan asmaMu Bertahun di negeri ini Semoga Kau rela mendapatkan kembali Kami dalam barisanMu Ampunilah kami.. Ampunilah.. Amin.. |
4. Epigram
Adalah jenis puisi gres yang berisi mengenai tuntutan atau fatwa hidup. Puisi epigram ditujukan sebagai nasehat untuk membawa hidup yang lebih baik. Contoh epigram yakni sebagai berikut.
Hujan Hujan selalu mengirimkan kisah lewat pintu rumah menyusup ke kamar sepi ini seperti huruf-huruf yang berjejer di dinding kusam aku memungutnya menjadi kisah usang Ah, begitulah hari semakin gegas berlari saja meninggalkan lembar demi lembar kisah kemarin di sini saya mengupas episode lampau itu tentang orang yang jauh tentang orang tercinta |
5. Orde
Adalah jenis puisi gres yang berisi mengenai sanjungan untuk orang yang telah berjasa. Adapun ciri-ciri orde yakni sebagai berikut.
□ Nada dan gaya resmi
□ Nadanya anggun
□ Membahas suatu yang mulia
□ Bersifat menyanjung
Contoh orde yakni sebagai berikut.
Guru Engkau bagaikan cahaya Yang menerangi jiwa Dari segala gelap dunia Engkau yakni setetes embun Yang menyejukkan hati Hati yang ditikam kebodohan Sungguh mulia tugasmu guru Tugas yang sangat besar Guru engkau yakni pahlawanku Yang tidak mengharapkan balasan Segala yang engkau lakukan Engkau lakukan dengan ikhlas Guru jasamu takkan kulupa Guru ingin kuucapkan Terima kasih atas jasamu |
6. Elegi
Adalah jenis puisi gres yang berisi mengenai ratapan tangis atau kesedihan. Puisi elegi ditujukan untuk mengungkapkan rasa duka, sedih atau rindu terutama dikala terjadi tragedi alam kematian. Contoh elegi yakni sebagai berikut.
Ini kali tidak ada yang mencari cinta di antara gudang, rumah tua, pada tiang serta temali. Kapal, bahtera tiada berlaut, menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut.. Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang menyinggung muram.. Desir hari lari berenang. Tidak bergerak.. Dan sekarang tanah dan air tidur hilang ombak. Tiada lagi. Aku sendiri.. Berjalan menyisir semenanjung, masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan |
7. Satire
Adalah jenis puisi gres yang berisi mengenai sebuah sindiran atau sebuah kritikan. Ciri-ciri satire yakni sebagai berikut.
□ Berisi sindiran atau kecaman terhadap suatu fenomena
□ Berisi ketidakpuasan terhadap golongan tertentu.
Adapun referensi puisi satire yakni sebagai berikut.
Gigit Jari Lihatlah pada kami Wakil rakyat yang dihormati Disini kami berdiri Menuntut janji Kemakmuran yang kamu akad kan Jika sanggup dingklik dewan Kami telah turuti Demi janji-janji Namun, kini Apa yang trejadi Jangankan janji Ingat pun tidak pada kami Tertipu lagi Janji–janji bohong lagi Terpaksa sekarang kami hanya menggigit jari |
Pengertian, Jenis, dan Contoh Puisi Kontemporer
Pengertian Puisi Kontemporer:
Puisi kontemporer yakni jenis puisi yang sudah tidak menggunakan kaidah penulisan puisi pada umumnya. Para penulis cenderung lebih bebas mengekspresikan gagasannya tanpa memperhatikan aturan-aturan atau pola tertentu. Puisi kontemporer lebih mengutamakan isi daripada bentuk.
Ciri-Ciri Puisi Kontemporer:
Adapun ciri-ciri puisi lama yakni sebagai berikut.
□ Tipografi unik.
□ Penulisan kata, baris, dan bait menyimpang dari penulisan puisi pada umumnya.
□ Terjadi kemacetan bunyi, bahkan hampir tidak sanggup dibaca alasannya yakni kadang kala hanya berupa tanda baca yang disejajarkan.
□ Menggunakan idiom-idiom yang inkonvensional.
□ Memerhatikan kemerduan bunyi.
□ Banyak pengulangan kata, frasa, atau kelompok kata.
□ Kadang-kadang mencampuradukkan kata atau kalimat bahasa Indonesia dengan kata atau kalimat bahasa abnormal atau bahasa daerah.
□ Pada umumnya bertemakan kritikan.
□ Maknanya sulit untuk dimengerti.
Jenis-Jenis Puisi Kontemporer:
1. Puisi Mini Kata
Puisi mini kata yakni jeni puisi kontemporer yang menggunakan jumlah kata sangat terbatas atau sedikit. Puisi mini kata biasanya dilengkapi dengan tanda baca atau tanda bantu tertentu menyerupai huruf, garis, titik, dan sebagainya. Contoh puisi mini kata yakni sebagai berikut.
Reformasi RR R RRRRR R RRRRRRRRR RRRRRRRRR RRRRRRRR !! REFORMASI !! |
2. Puisi Konkret
Puisi nyata yakni puisi kontemporer yang membuat suara dan kata menjadi berwujud. Puisi jenis ini mencoba menghadirkan gagasan senyata mungkin sehingga mencoba menemukan lafal atau suara yang tepat untuk memperlihatkan suara dan kata. Contoh puisi nyata yakni sebagai berikut.
Drama Sebabak a C a r a C a o e w w o e C o w o K a n d K e w e k o e w w e o e o e o K a u O w e e e e e e k k |
3. Puisi Tanpa Kata
Sesuai dengan namanya, puisi tanpa kata yakni puisi kontemporer yang tidak menggunakan kata. Puisi jenis ini lebih mengutamakan penggunaan titik, garis, atau simbol tertentu untuk mengespresikan suatu gagasan atau ungkapan. Contoh pusi tanpa kata yakni sebagai berikut.
mati ———————m—————- ———-a—————————- —————————-t———- —————i—————-i!!!!!!!!!! |
4. Puisi Mbeling
Puisi mbeling yakni puisi kontemporer yang cenderung menghadirkan humor dan corak kelakar melalui lagu sederhana. Puisi mbeling biasanya dipakai untuk mengekspresikan sebuah kritikan sosial dan cenderung bebas dalam pemilihan atau penggunaa kata. Contoh puisi mbeling yakni sebagai berikut.
Pedas pedas cabai rawit semua kecanduan pedas harga cabai rawit haruskah mati kecanduan? super pedas ulah sang penguasa pedas kecanduan |
5. Puisi Multi Lingual
Puisi multi lingual yakni jenis puisi kontemporer yang menggunakan kata atau kalimat dari aneka macam bahasa, baik bahasa kawasan ataupun bahasa asing. Jenis puisi ini terkesan unik alasannya yakni mencampurkan beberapa kata dari bahasa yang berbeda. Contoh puisi multi lingual yakni sebagai berikut.
Merapi merapi… gagah kolam penguasa asap putih memayungimu lebat hutan pengawalmu sejarah laharmu infinit kini merapi… saumpamane kowe sanggup nguri-uri kabeh sing kaleksana ing tanah Jawi prilakune manungsa becik lan ora marang alam karunia sang Illahi. |
6. Puisi Tipografi
Puisi tipografi yakni puisi kontemporer yang mengutamakan wujud atau bentuk fisik puisi untuk memperkuat ekspresi puisi tersebut. Dalam puisi ini, wujud fisik puisi yang biasanya dihasilkan dari cara penulisan yang diatur sedemikian rupa termasuk salah satu unsur puisi. Contoh puisi tipografi yakni sebagai berikut.
Tapi saya bawakan bunga padamu tapi kamu bilang masih saya bawakan gundah padamu tapi kamu bilang hanya saya bawakan darahku padamu tapi kamu bilang cuma saya bawakan mimpiku padamu tapi kamu bilang meski saya bawakan dukaku padamu tapi kamu bilang tapi saya bawakan mayatku padmu tapi kamu bilang hampir saya bawakan arwahku padamu tapi kamu bilang kalau tanpa apa saya tiba padamu wah! |
7. Puisi Mantra (Supra Kata)
Puisi supra kata yakni puisi kontemporer yang cenderung memutarbalikkan kata-kata konvesional serta menemukan kata-kata gres yang belum pernah ada sebelumnya. Puisi menyerupai ini biasanya menjadikan kesan magis alasannya yakni cenderung mementingkan aspek suara dan ritme. Contoh puisi mantra yakni sebagai berikut.
GIRISA Ya meraja jaramaya Ya marani niramaya Ya silapa palasiya Ya mirado rodamiya Ya midosa sadomiya Ya dayuda dayudaya Ya siyaca cayasiya Ya sihama mahasiya |
8. Puisi Idiom Baru
Sesuai dengan namanya, puisi idiom gres yakni puisi kontemporer yang cenderung menggunakan idiom atau ungkapan baru. Puisi jenis ini biasanya menyajikan kata-kata dalam cara yang berbeda dari umumnya sehingga dihasilkan ungkapan dengan makna baru. Contoh puisi idiom gres yakni sebagai berikut.
Tidak keheningan bukanlah sepi kesepian bukanlah sunyi penderitaan bukanlah luka pertanyaan bukanlah ketidakpercayaan menghilang bukanlah ketakutan firasat jadi pertanda kamu pergi tuk selamanya! |
Perbedaan Puisi Lama, Puisi Baru dan Puisi Kontemporer
Dari klarifikasi di atas, maka sanggup kita simpulkan perbedaan antara puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer yaitu sebagai berikut.
Tabel Perbedaan Puisi Lama, Baru, Kontemporer
Puisi Lama |
2. Puisi Konkret
Puisi nyata yakni puisi kontemporer yang membuat suara dan kata menjadi berwujud. Puisi jenis ini mencoba menghadirkan gagasan senyata mungkin sehingga mencoba menemukan lafal atau suara yang tepat untuk memperlihatkan suara dan kata. Contoh puisi nyata yakni sebagai berikut.
Drama Sebabak a C a r a C a o e w w o e C o w o K a n d K e w e k o e w w e o e o e o K a u O w e e e e e e k k |
3. Puisi Tanpa Kata
Sesuai dengan namanya, puisi tanpa kata yakni puisi kontemporer yang tidak menggunakan kata. Puisi jenis ini lebih mengutamakan penggunaan titik, garis, atau simbol tertentu untuk mengespresikan suatu gagasan atau ungkapan. Contoh pusi tanpa kata yakni sebagai berikut.
mati ———————m—————- ———-a—————————- —————————-t———- —————i—————-i!!!!!!!!!! |
4. Puisi Mbeling
Puisi mbeling yakni puisi kontemporer yang cenderung menghadirkan humor dan corak kelakar melalui lagu sederhana. Puisi mbeling biasanya dipakai untuk mengekspresikan sebuah kritikan sosial dan cenderung bebas dalam pemilihan atau penggunaa kata. Contoh puisi mbeling yakni sebagai berikut.
Pedas pedas cabai rawit semua kecanduan pedas harga cabai rawit haruskah mati kecanduan? super pedas ulah sang penguasa pedas kecanduan |
5. Puisi Multi Lingual
Puisi multi lingual yakni jenis puisi kontemporer yang menggunakan kata atau kalimat dari aneka macam bahasa, baik bahasa kawasan ataupun bahasa asing. Jenis puisi ini terkesan unik alasannya yakni mencampurkan beberapa kata dari bahasa yang berbeda. Contoh puisi multi lingual yakni sebagai berikut.
Merapi merapi… gagah kolam penguasa asap putih memayungimu lebat hutan pengawalmu sejarah laharmu infinit kini merapi… saumpamane kowe sanggup nguri-uri kabeh sing kaleksana ing tanah Jawi prilakune manungsa becik lan ora marang alam karunia sang Illahi. |
6. Puisi Tipografi
Puisi tipografi yakni puisi kontemporer yang mengutamakan wujud atau bentuk fisik puisi untuk memperkuat ekspresi puisi tersebut. Dalam puisi ini, wujud fisik puisi yang biasanya dihasilkan dari cara penulisan yang diatur sedemikian rupa termasuk salah satu unsur puisi. Contoh puisi tipografi yakni sebagai berikut.
Tapi saya bawakan bunga padamu tapi kamu bilang masih saya bawakan gundah padamu tapi kamu bilang hanya saya bawakan darahku padamu tapi kamu bilang cuma saya bawakan mimpiku padamu tapi kamu bilang meski saya bawakan dukaku padamu tapi kamu bilang tapi saya bawakan mayatku padmu tapi kamu bilang hampir saya bawakan arwahku padamu tapi kamu bilang kalau tanpa apa saya tiba padamu wah! |
7. Puisi Mantra (Supra Kata)
Puisi supra kata yakni puisi kontemporer yang cenderung memutarbalikkan kata-kata konvesional serta menemukan kata-kata gres yang belum pernah ada sebelumnya. Puisi menyerupai ini biasanya menjadikan kesan magis alasannya yakni cenderung mementingkan aspek suara dan ritme. Contoh puisi mantra yakni sebagai berikut.
GIRISA Ya meraja jaramaya Ya marani niramaya Ya silapa palasiya Ya mirado rodamiya Ya midosa sadomiya Ya dayuda dayudaya Ya siyaca cayasiya Ya sihama mahasiya |
8. Puisi Idiom Baru
Sesuai dengan namanya, puisi idiom gres yakni puisi kontemporer yang cenderung menggunakan idiom atau ungkapan baru. Puisi jenis ini biasanya menyajikan kata-kata dalam cara yang berbeda dari umumnya sehingga dihasilkan ungkapan dengan makna baru. Contoh puisi idiom gres yakni sebagai berikut.
Tidak keheningan bukanlah sepi kesepian bukanlah sunyi penderitaan bukanlah luka pertanyaan bukanlah ketidakpercayaan menghilang bukanlah ketakutan firasat jadi pertanda kamu pergi tuk selamanya! |
Perbedaan Puisi Lama, Puisi Baru dan Puisi Kontemporer
Dari klarifikasi di atas, maka sanggup kita simpulkan perbedaan antara puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer yaitu sebagai berikut.
Tabel Perbedaan Puisi Lama, Baru, Kontemporer
Puisi Lama | Puisi Baru | Puisi Kontemporer |
Bersifat Anonim | Diketahui nama pengarang | Diketahui nama pengarang |
Terikat oleh aturan | Tidak terikat oleh aturan | Tidak terikat oleh aturan |
Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima | Bentuknya rapi, simetris | Penulisan kata, baris, dan bait menyimpang dari penulisan puisi pada umumnya |
Sumber https://blogbahasa-indonesia.blogspot.com/