Jenis Puisi Lama, Baru, Kontemporer, Rujukan Dan Perbedaannya Lengkap

Kata puisi berasal dari bahasa Yunani “poema” yang berarti membuat dan “poesis” yang berarti pembuat pembangun atau pembentuk. Sedangkan berdasarkan Tjahyono, puisi dikatakan sebagai pembangun atau pembentuk alasannya yakni memang intinya dengan membuat seuntai puisi maka seorang penyair telah membangun, membuat atau membentuk sebuah dunia baru, secara lahir maupun batin.
 yang berarti pembuat pembangun atau pembentuk Jenis Puisi Lama, Baru, Kontemporer, Contoh dan Perbedaannya Lengkap
Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang cenderung gampang dikenali alasannya yakni mempunyai suatu karakter yang membedakannya dengan jenis karya sastra lainnya. Puisi merupakan karya sastra yang menggunakan bahasa cenderung singkat, padat, dan sebagian besar menekankan penggunaan kata-kata kiasan dengan gaya bahasa atau majas tertentu untuk meningkatkan kesan.

Karena cenderung menggunakan kata-kata konotatif serta kiasan, maka puisi membutuhkan kebijaksanaan budi untuk memahami maksud dan terkadang menjadikan makna ambigu. Berdasarkan zaman atau periode perkembangan puisi di Indonesia, puisi dibedakan menjadi tiga macam, yaitu puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer.

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas ihwal pengertian, jenis-jenis, referensi serta perbedaan antara puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer. Untuk itu, silahkan kalian simak baik-baik klarifikasi berikut ini. Selamat membaca dan belajar, semoga sanggup paham.
Pengertian, Jenis, dan Contoh Puisi Lama
Pengertian Puisi Lama:
Puisi lama yakni puisi yang terikat oleh atura-aturan tertentu. Aturan-aturan tersebut antara lain sebagai berikut.
 Jumlah kata dalam 1 baris.
 Jumlah baris dalam 1 bait.
 Persajakan (rima).
 Banyak suku kata tiap baris.
 Irama.

Ciri-Ciri Puisi Lama:
Adapun ciri-ciri puisi lama yakni sebagai berikut.
 Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
 Peninggalan sastra Melayu lama.
 Disampaikan lewat lisan ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
 Sangat terikat oleh aturan-aturan menyerupai jumlah baris tiap bait dan jumlah suku kata.

Jenis-Jenis Puisi Lama:
Macam-macam puisi lama antara lain sebagai berikut.
1. Pantun
Pantun yakni jenis puisi lama peninggalan sastra Melayu lama. Pantun merupakan salah satu puisi lama orisinil masyarakat Melayu yang sangat populer. Sekarang penggunaan pantun sanggup diselaraskan sesuai dengan jenis pantun.

Ciri-Ciri pantun yakni sebagai berikut.
 Satu bait terdiri atas empat baris.
 Setiap baris terdiri atas 4-5 kata.
 Setiap baris terdiri atas 8-12 suku kata.
 Rima simpulan berpola a-b-a-b
 Struktur pantun terdiri atas sampiran dan isi. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi.

Jenis-jenis pantun antara lain sebagai berikut.
 Pantun Nasihat
 Pantun Teka-Teki
 Pantun Remaja
 Pantun Agama
 Pantun Adat
 Pantun Kepahlawanan
 Pantun Kias
 Pantun Peribahasa
 Pantun Jenaka

Contoh-Contoh pantun yakni sebagai berikut.
Sungguh indah pintu dipahat
Burung puyuh di atas dahan
Kalau hidup hendak selamat
Taat selalu perintah Tuhan

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian

Bawa tandu tunda di jalan
Bawalah juga sebilah bambu
Kalau kamu rindu tengoklah bulan
Di sana kita sanggup bertemu

2. Syair
Syair merupakan salah satu puisi lama, syair berasal dari bahasa Arab yaitu syiir atau Syuur yang artinya perasaan yang mendalam. Awal mula syair berasal dari Persia dan masuk ke Indonesia bersama dengan penyebaran Agama Islam.

Ciri-ciri syair yakni sebagai berikut.
 Setiap bait terdiri atas empat baris.
 Setiap baris terdiri atas 8-14 suku kata.
 Bersajak a-a-a-a.
 Semua baris yakni isi.
 Bahasanya biasanya kiasan.
Jenis-jenis syair antara lain sebagai berikut.
 Syair Panji yakni syair yang menceritakan kejadian, keadaan ataupun orang-orang yang berada di dalam suatu istana kerajaan.
 Syair Kiasan yakni syair yang berisi ihwal perumpamaan terhadap suatu kejadian tertentu.
 Syair Romantis yakni syair yang biasanya berisi ihwal percintaan.
 Syair Sejarah yakni syair yang berdasarkan suatu peristiwa, tokoh ataupun tempat yang bersejarah.
 Syair Keagamaan yakni syair yang berisi ihwal fatwa Islam, sufi, riwayat kisah Nabi dan Rasul serta pedoman hidup biar senang di dunia dan akhirat.

Contoh syair yakni sebagai berikut.
Janganlah engkau berbuat maksiat
Janganlah engkau berbuat jahat
Segeralah engkau bertaubat
Agar selamat dunia akhirat

Apabila engkau kesulitan
Dan mendapatkan segala cobaan
Memohonlah kepada Tuhan
Pasti Tuhan mengabulkan

Jangan lupa kepadaNya
Patuhilah perintahNya
Bertaubatlah kepadaNya
Pasti Tuhan menerimaNya

3. Karmina
Karmina disebut juga pantun kilat yaitu pantun yang terdiri atas dua baris dan biasanya dipakai untuk memberikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung. Pantun kilat banyak dipakai oleh kalangan cukup umur yang bertujuan sebagai pencair suasana.

Ciri-ciri karmina yakni sebagai berikut.
 Satu bait terdiri atas 2 baris.
 Bersajak a-a.
 Satu baris terdiri atas 8-12 suku kata.
 Satu baris terdiri atas 4-5 kata.

Contoh karmina yakni sebagai berikut.
Jambu besar milik nyonya
Kalau nyasar tinggal tanya

Beli kedondong di Kota Paris
Boleh kanalan dong manis

Pak Sulam pergi ke Cina
Selamat malam buat yang di sana

Burung gelatik bagus rupanya
Eneng bagus siapa yang punya

Bapak Supri menggunakan batik
Hari ini kamu terlihat cantik

4. Talibun
Talibun yakni salah satu bentuk puisi lama yang berbentuk menyerupai pantun. Talibun biasanya mempunyai baris genap menyerupai 6 baris, 8 baris, 10 baris, dan seterusnya. Talibun 8 baris yakni jenis talibun yang paling populer.

Ciri-ciri talibun antara lain sebagai berikut.
 Talibun mempunyai jumlah baris yang genap yang terdiri atas isi dan sampiran. Jika talibun terdiri dari 6 baris, maka 3 baris pertama disebut juga dengan sampiran dan 3 baris selanjutnya merupakan isi.
 Antarsampiran harus saling berhubungan.
 Bersajak abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde, dan seterusnya menyesuaikan jumlah baris.
 Tiap baris terdiri dari 8 hingga 12 kata.

Contoh talibun yakni sebagai berikut.
Selasih di rimba Jambi
Rotan ditarik orang Pauh
Putus akarnya di jerami
Kasih pun gres dimulai
Tuan bawa berjalan jauh
Itu menghina hati kami

5. Seloka
Seloka merupakan bentuk puisi Melayu Klasik berisikan pepatah maupun perumpamaan yang mengandung senda gurau, sindiran, bahkan ejekan. Ciri-ciri seloka biasanya ditulis dalam empat baris menggunakan bentuk pantun atau syair, terkadang sanggup juga ditemui seloka yang ditulis lebih dari 4 baris.

Contoh seloka yakni sebagai berikut.
Baik budi emak si Randang
Dangang kemudian ditanakkan
Tiada berkayu rumah
diruntuhkan
Anak pulang kelaparan
Anak dipangku diletakkan
Kera di hutan disusui

6. Gurindam
Gurindam merupakan salah satu bentuk puisi Melayu lama yang terdiri dari 2 baris kalimat dengan irama simpulan yang sama yang merupakan satu kesatuan yang utuh.

Ciri-ciri gurindam antara lain sebagai berikut.
 Biasanya baris pertama berisikan semacam soal, duduk kasus atau perjanjian.
 Baris kedua berisikan jawabannya atau akhir dari duduk kasus atau perjanjian pada baris pertama tadi.

Contoh gurindam yakni sebagai berikut.
Pabila banyak mencela orang
Itulah tanda dirinya kurang

Dengan Ibu hendaknya hormat
Supaya tubuh sanggup selamat

7. Mantra
Mantra yakni puisi lama yang umumnya dipakai dalam upacara budpekerti atau keagamaan. Mantra biasanya mengandung nilai atau kekuatan magis sehingga sanggup menjadikan imbas atau kesan tertentu kalau dibaca atau diucapkan.

Ciri-ciri mantra antara lain sebagai berikut.
 Bersifat sakti
 Bersajak abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde
 Menggunakan bahasa khusus yang bersifat esoferik
 Cenderung lebih bebas dalam hal suku kata, baris atau sajak
 Biasanya dipakai dalam upacara keagamaan

Contoh mantra yakni sebagai berikut.
Hai yang kuasa berotot besi
Bangunlah dengan kekuatan besimu itu
Wahai raja basa basi
Yang duduk dikerajaan paling tinggi
Bersandar ditiang besi
Memintamu untuk memperlihatkan insan
Kuminta manusia sedikitmu
Agar mendapatkan kekuatan otot besimu

8. Bidal
Bidal merupakan jenis peribahasa yang mempunyai arti lugas, mempunyai rima dan irama, sehingga sering digolongkan ke dalam bentuk puisi. Dalam kesusastraan Melayu, bidal yang mengandung kiasan, sindirin atau pengertian tertentu. Bidal termasuk salah satu jenis sastra yang tertua. Secara teoritis, makna bidal seringkali disamakan dengan pepatah atau ungkapan.

Dalam kehidupan sehari-hari, bidal mempunyai fungsi sebagai berikut.
 Sebagai media komunikasi. 
 Sebagai media pengajaran dan pendidikan. 
 Sebagai media untuk mengkritik. 
 Sebagai media untuk mengontrol dalam masyarakat. 
 Sebagai media untuk memperlihatkan kebijaksanaan. 
 Sebagai media untuk melihat dan mengukur status seseorang.

Contoh bidal yakni sebagai berikut.
Bagai kerakap di atas batu, hidup segan mati tak mau.
Ada ubi ada talas, ada budi ada balas.
Tulus tangan dilakukan, lulus kata dilangkahkan.

Pengertian, Jenis dan Contoh Puisi Baru

Pengertian Puisi Baru:
Puisi gres yakni bentuk puisi yang sudah tidak terikat oleh aturan-aturan yang mengikat puisi lama sehingga cenderung lebih bebas. Puisi gres berkembang dari puisi lama yang telah mendapat efek dari luar yang puisinya terikat oleh hukum rima, jumlah baris dan jumlah suku kata.

Ciri-Ciri Puisi Baru:
Adapun ciri-ciri puisi gres yakni sebagai berikut.
 Tidak terikat oleh aneka macam aturan-aturan rima dan hukum puisi lama lainnya.
 Diketahui nama pengarangnya.
 Perkembangan secara lisan dan tertulis.
 Penggunaan majas yang dinamis/berubah-ubah.
 Biasanya menceritakan ihwal kehidupan.
 Lebih banyak menggunakan sajak pantun dan syair.
 Bentuk yang lebih rapi dan sejajar.
 Rima simpulan yang biasanya teratur.
 Setiap barisnya merupakan kesatuan sintaksis.
 Bentuknya rapi dan biasanya simetris.
 Mempunyai persajakan yang teratur di akhir.
 Kebanyakan mempergunakan pola sajak pantun dan syair.
 Sebagian besar puisi empat seuntai.
 Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra atau dengan istilah laih sebagai kesatuan sintaksis.
 Tiap gatranya terdiri atas dua kata dengan 4-5 suku kata.

Jenis-Jenis Puisi Baru:
Macam-macam puisi gres berdasarkan bentuknya:
 Distichon: terdiri dari dua baris tiap bait (puisi dua seuntai)
 Terzina: terdiri dari tiga baris tiap bait (puisi tiga seuntai)
 Kuartet: terdiri dari empat baris tiap bait (puisi empat seuntai)
 Quin: terdiri dari lima baris tiap bait (puisi lima seuntai)
 Sektet: terdiri dari enam baris tiap bait (puisi enam seuntai)
 Septime: terdiri dari tujuh baris tiap bait (puisi tujuh seuntai)
 Stanza: terdiri dari delapan baris (puisi delapan seuntai)
 Soneta: terdiri dari empat belas baris

Macam-macam puisi gres berdasarkan isinya:
1. Balada
Adalah jenis puisi gres yang berisi kisah atau kisah ihwal sesuatu atau seseorang. Adapun ciri-ciri balada yakni sebagai berikut.
 Terdiri dari 3 bait yang masing-masing bait terdiri dari 8 larik.
 Larik terakhir dalam bait pertama mejadi refrensi dalam bait-bait berikutnya.
Contoh balada yakni sebagai berikut.
Balada Pembungkus Tempe Karya: W.S. Rendra
Fermentasi asa
Mengharap sempurna
Bentuk utuh nan konyol
Rasa, karsa tempe Pembungkus yang berjasa

Penuh kisah bertulis murung lara
Dibuang tanpa dibaca
Pembungkus tempe
Bukan plastik tapi kertas lama tak terpakai
Masihkah ada yang membelai sebelum membuangnya?

2. Romansa
Adalah jenis puisi gres yang berisi ihwal sebuah luapan perasaan cinta, kasih dan sayang. Ciri-ciri romansa yakni sebagai berikut.
 Mengandung kalimat yang puitis
 Bertemakan romansa yang menggambarkan ungkapan cinta kepada yang dikasihi
 Penggambaran dilakukan secara tersirat.
Adapun referensi puisi romansa yakni sebagai berikut.
Taman
Taman punya kita berdua
Tak lebar luas, kecil saja
Satu tak kehilangan lain dalamnya
Bagi kamu dan saya cukuplah
Taman kembangnya tak berpuluh warna
Padang rumputnya tak berbanding
permadani
Halus lembut dipijak kaki
Bagi kita bukan halangan
Karena Dalam taman punya berdua
Kau kembang, saya kumbang
Aku kumbang, kamu kembang
Kecil, penuh surya taman kita
Tempat merenggut dari dunia dan usia

3. Himne
Adalah jenis puisi gres yang berisi mengenai sebuah pujaan untuk Tuhan, tanah air atau pahlawan. Puisi himne ditujukan sebagai lagu kebanggaan untuk menghormati Dewa, Tuhan, Tanah air, ataupun almamater. Contoh himne yakni sebagai berikut.
Tuhan kami
Telah nista kami dalam doa bersama
Bertahun membangun kultus ini
Dalam pikiran yang ganda
Dan menutupi hati nurani
Ampunilah kami..
Ampunilah..
Amin..
Tuhan kami
Telah terlalu gampang kami
Menggunakan asmaMu
Bertahun di negeri ini
Semoga Kau rela mendapatkan kembali
Kami dalam barisanMu
Ampunilah kami..
Ampunilah..
Amin..

4. Epigram
Adalah jenis puisi gres yang berisi mengenai tuntutan atau fatwa hidup. Puisi epigram ditujukan sebagai nasehat untuk membawa hidup yang lebih baik. Contoh epigram yakni sebagai berikut.
Hujan
Hujan selalu mengirimkan kisah lewat pintu rumah
menyusup ke kamar sepi ini
seperti huruf-huruf yang berjejer di dinding kusam
aku memungutnya menjadi kisah usang
Ah, begitulah hari semakin gegas berlari saja
meninggalkan lembar demi lembar kisah kemarin
di sini saya mengupas episode lampau itu
tentang orang yang jauh
tentang orang tercinta

5. Orde
Adalah jenis puisi gres yang berisi mengenai sanjungan untuk orang yang telah berjasa. Adapun ciri-ciri orde yakni sebagai berikut.
 Nada dan gaya resmi
 Nadanya anggun
 Membahas suatu yang mulia
 Bersifat menyanjung
Contoh orde yakni sebagai berikut.
Guru
Engkau bagaikan cahaya
Yang menerangi jiwa
Dari segala gelap dunia
Engkau yakni setetes embun
Yang menyejukkan hati
Hati yang ditikam kebodohan
Sungguh mulia tugasmu guru
Tugas yang sangat besar
Guru engkau yakni pahlawanku
Yang tidak mengharapkan balasan
Segala yang engkau lakukan
Engkau lakukan dengan ikhlas
Guru jasamu takkan kulupa
Guru ingin kuucapkan Terima kasih atas
jasamu

6. Elegi
Adalah jenis puisi gres yang berisi mengenai ratapan tangis atau kesedihan. Puisi elegi ditujukan untuk mengungkapkan rasa duka, sedih atau rindu terutama dikala terjadi tragedi alam kematian. Contoh elegi yakni sebagai berikut.
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada tiang serta temali.
Kapal, bahtera tiada berlaut,
menghembus diri
dalam mempercaya mau berpaut..
Gerimis mempercepat kelam.
Ada juga kelepak elang
menyinggung muram..
Desir hari lari berenang. Tidak bergerak..
Dan sekarang tanah dan air tidur hilang ombak. Tiada lagi.
Aku sendiri.. Berjalan menyisir
semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan

7. Satire
Adalah jenis puisi gres yang berisi mengenai sebuah sindiran atau sebuah kritikan. Ciri-ciri satire yakni sebagai berikut.
 Berisi sindiran atau kecaman terhadap suatu fenomena
 Berisi ketidakpuasan terhadap golongan tertentu.
Adapun referensi puisi satire yakni sebagai berikut.
Gigit Jari
Lihatlah pada kami
Wakil rakyat yang dihormati
Disini kami berdiri
Menuntut janji
Kemakmuran yang kamu akad kan
Jika sanggup dingklik dewan
Kami telah turuti
Demi janji-janji
Namun, kini
Apa yang trejadi
Jangankan janji
Ingat pun tidak pada kami
Tertipu lagi
Janjijanji bohong lagi
Terpaksa sekarang kami hanya menggigit jari

Pengertian, Jenis, dan Contoh Puisi Kontemporer
Pengertian Puisi Kontemporer:
Puisi kontemporer yakni jenis puisi yang sudah tidak menggunakan kaidah penulisan puisi pada umumnya. Para penulis cenderung lebih bebas mengekspresikan gagasannya tanpa memperhatikan aturan-aturan atau pola tertentu. Puisi kontemporer lebih mengutamakan isi daripada bentuk.

Ciri-Ciri Puisi Kontemporer:
Adapun ciri-ciri puisi lama yakni sebagai berikut.
 Tipografi unik.
 Penulisan kata, baris, dan bait menyimpang dari penulisan puisi pada umumnya.
 Terjadi kemacetan bunyi, bahkan hampir tidak sanggup dibaca alasannya yakni kadang kala hanya berupa tanda baca yang disejajarkan.
 Menggunakan idiom-idiom yang inkonvensional.
 Memerhatikan kemerduan bunyi.
 Banyak pengulangan kata, frasa, atau kelompok kata.
 Kadang-kadang mencampuradukkan kata atau kalimat bahasa Indonesia dengan kata atau kalimat bahasa abnormal atau bahasa daerah.
 Pada umumnya bertemakan kritikan.
 Maknanya sulit untuk dimengerti.

Jenis-Jenis Puisi Kontemporer:
1. Puisi Mini Kata
Puisi mini kata yakni jeni puisi kontemporer yang menggunakan jumlah kata sangat terbatas atau sedikit. Puisi mini kata biasanya dilengkapi dengan tanda baca atau tanda bantu tertentu menyerupai huruf, garis, titik, dan sebagainya. Contoh puisi mini kata yakni sebagai berikut.
Reformasi

RR        R

  RRRRR

        R

RRRRRRRRR

RRRRRRRRR

RRRRRRRR

   !! REFORMASI !!

2. Puisi Konkret
Puisi nyata yakni puisi kontemporer yang membuat suara dan kata menjadi berwujud. Puisi jenis ini mencoba menghadirkan gagasan senyata mungkin sehingga mencoba menemukan lafal atau suara yang tepat untuk memperlihatkan suara dan kata. Contoh puisi nyata yakni sebagai berikut.
Drama Sebabak

             a  C  a  r  a  C  a
                                    o             e
                 w             w
                 o              e
                   C   o  w  o   K   a  n  d   K  e  w  e  k
                        o                                       e
                         w                               w
                                e                       o
                                   e                o
                                        e        o
                                             K
                                             a
                                             u
                           O  w  e  e  e  e  e  e  k  k

3. Puisi Tanpa Kata
Sesuai dengan namanya, puisi tanpa kata yakni puisi kontemporer yang tidak menggunakan kata. Puisi jenis ini lebih mengutamakan penggunaan titik, garis, atau simbol tertentu untuk mengespresikan suatu gagasan atau ungkapan. Contoh pusi tanpa kata yakni sebagai berikut.
mati

———————m—————-

———-a—————————-

—————————-t———-

—————i—————-i!!!!!!!!!!

4. Puisi Mbeling
Puisi mbeling yakni puisi kontemporer yang cenderung menghadirkan humor dan corak kelakar melalui lagu sederhana. Puisi mbeling biasanya dipakai untuk mengekspresikan sebuah kritikan sosial dan cenderung bebas dalam pemilihan atau penggunaa kata. Contoh puisi mbeling yakni sebagai berikut.
Pedas
pedas
cabai rawit
semua kecanduan
pedas
harga cabai rawit
haruskah mati kecanduan?
super pedas
ulah sang penguasa
pedas kecanduan

5. Puisi Multi Lingual
Puisi multi lingual yakni jenis puisi kontemporer yang menggunakan kata atau kalimat dari aneka macam bahasa, baik bahasa kawasan ataupun bahasa asing. Jenis puisi ini terkesan unik alasannya yakni mencampurkan beberapa kata dari bahasa yang berbeda. Contoh puisi multi lingual yakni sebagai berikut.
Merapi
merapi…
gagah kolam penguasa
asap putih memayungimu
lebat hutan pengawalmu
sejarah laharmu infinit kini
merapi…
saumpamane kowe sanggup nguri-uri
kabeh sing kaleksana ing tanah Jawi
prilakune manungsa
becik lan ora
marang alam
karunia sang Illahi.

6. Puisi Tipografi
Puisi tipografi yakni puisi kontemporer yang mengutamakan wujud atau bentuk fisik puisi untuk memperkuat ekspresi puisi tersebut. Dalam puisi ini, wujud fisik puisi yang biasanya dihasilkan dari cara penulisan yang diatur sedemikian rupa termasuk salah satu unsur puisi. Contoh puisi tipografi yakni sebagai berikut.
Tapi
    saya bawakan bunga padamu
                                           tapi kamu bilang masih
    saya bawakan gundah padamu
                                           tapi kamu bilang hanya
    saya bawakan darahku padamu
                                           tapi kamu bilang cuma
    saya bawakan mimpiku padamu
                                           tapi kamu bilang meski
    saya bawakan dukaku padamu
                                           tapi kamu bilang tapi
    saya bawakan mayatku padmu
                                           tapi kamu bilang hampir
    saya bawakan arwahku padamu
                                           tapi kamu bilang kalau
    tanpa apa saya tiba padamu
                                           wah!

7. Puisi Mantra (Supra Kata)
Puisi supra kata yakni puisi kontemporer yang cenderung memutarbalikkan kata-kata konvesional serta menemukan kata-kata gres yang belum pernah ada sebelumnya. Puisi menyerupai ini biasanya menjadikan kesan magis alasannya yakni cenderung mementingkan aspek suara dan ritme. Contoh puisi mantra yakni sebagai berikut.
GIRISA
Ya meraja jaramaya
Ya marani niramaya
Ya silapa palasiya
Ya mirado rodamiya
Ya midosa sadomiya
Ya dayuda dayudaya
Ya siyaca cayasiya
Ya sihama mahasiya

8. Puisi Idiom Baru
Sesuai dengan namanya, puisi idiom gres yakni puisi kontemporer yang cenderung menggunakan idiom atau ungkapan baru. Puisi jenis ini biasanya menyajikan kata-kata dalam cara yang berbeda dari umumnya sehingga dihasilkan ungkapan dengan makna baru. Contoh puisi idiom gres yakni sebagai berikut.
Tidak
keheningan
   bukanlah sepi
kesepian
   bukanlah sunyi
penderitaan
   bukanlah luka
pertanyaan
   bukanlah ketidakpercayaan
menghilang
   bukanlah ketakutan
firasat
   jadi pertanda
      kamu pergi
         tuk selamanya!

Perbedaan Puisi Lama, Puisi Baru dan Puisi Kontemporer
Dari klarifikasi di atas, maka sanggup kita simpulkan perbedaan antara puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer yaitu sebagai berikut.
Tabel Perbedaan Puisi Lama, Baru, Kontemporer
Puisi Lama
2. Puisi Konkret
Puisi nyata yakni puisi kontemporer yang membuat suara dan kata menjadi berwujud. Puisi jenis ini mencoba menghadirkan gagasan senyata mungkin sehingga mencoba menemukan lafal atau suara yang tepat untuk memperlihatkan suara dan kata. Contoh puisi nyata yakni sebagai berikut.
Drama Sebabak

             a  C  a  r  a  C  a
                                    o             e
                 w             w
                 o              e
                   C   o  w  o   K   a  n  d   K  e  w  e  k
                        o                                       e
                         w                               w
                                e                       o
                                   e                o
                                        e        o
                                             K
                                             a
                                             u
                           O  w  e  e  e  e  e  e  k  k

3. Puisi Tanpa Kata
Sesuai dengan namanya, puisi tanpa kata yakni puisi kontemporer yang tidak menggunakan kata. Puisi jenis ini lebih mengutamakan penggunaan titik, garis, atau simbol tertentu untuk mengespresikan suatu gagasan atau ungkapan. Contoh pusi tanpa kata yakni sebagai berikut.
mati

———————m—————-

———-a—————————-

—————————-t———-

—————i—————-i!!!!!!!!!!

4. Puisi Mbeling
Puisi mbeling yakni puisi kontemporer yang cenderung menghadirkan humor dan corak kelakar melalui lagu sederhana. Puisi mbeling biasanya dipakai untuk mengekspresikan sebuah kritikan sosial dan cenderung bebas dalam pemilihan atau penggunaa kata. Contoh puisi mbeling yakni sebagai berikut.
Pedas
pedas
cabai rawit
semua kecanduan
pedas
harga cabai rawit
haruskah mati kecanduan?
super pedas
ulah sang penguasa
pedas kecanduan

5. Puisi Multi Lingual
Puisi multi lingual yakni jenis puisi kontemporer yang menggunakan kata atau kalimat dari aneka macam bahasa, baik bahasa kawasan ataupun bahasa asing. Jenis puisi ini terkesan unik alasannya yakni mencampurkan beberapa kata dari bahasa yang berbeda. Contoh puisi multi lingual yakni sebagai berikut.
Merapi
merapi…
gagah kolam penguasa
asap putih memayungimu
lebat hutan pengawalmu
sejarah laharmu infinit kini
merapi…
saumpamane kowe sanggup nguri-uri
kabeh sing kaleksana ing tanah Jawi
prilakune manungsa
becik lan ora
marang alam
karunia sang Illahi.

6. Puisi Tipografi
Puisi tipografi yakni puisi kontemporer yang mengutamakan wujud atau bentuk fisik puisi untuk memperkuat ekspresi puisi tersebut. Dalam puisi ini, wujud fisik puisi yang biasanya dihasilkan dari cara penulisan yang diatur sedemikian rupa termasuk salah satu unsur puisi. Contoh puisi tipografi yakni sebagai berikut.
Tapi
    saya bawakan bunga padamu
                                           tapi kamu bilang masih
    saya bawakan gundah padamu
                                           tapi kamu bilang hanya
    saya bawakan darahku padamu
                                           tapi kamu bilang cuma
    saya bawakan mimpiku padamu
                                           tapi kamu bilang meski
    saya bawakan dukaku padamu
                                           tapi kamu bilang tapi
    saya bawakan mayatku padmu
                                           tapi kamu bilang hampir
    saya bawakan arwahku padamu
                                           tapi kamu bilang kalau
    tanpa apa saya tiba padamu
                                           wah!

7. Puisi Mantra (Supra Kata)
Puisi supra kata yakni puisi kontemporer yang cenderung memutarbalikkan kata-kata konvesional serta menemukan kata-kata gres yang belum pernah ada sebelumnya. Puisi menyerupai ini biasanya menjadikan kesan magis alasannya yakni cenderung mementingkan aspek suara dan ritme. Contoh puisi mantra yakni sebagai berikut.
GIRISA
Ya meraja jaramaya
Ya marani niramaya
Ya silapa palasiya
Ya mirado rodamiya
Ya midosa sadomiya
Ya dayuda dayudaya
Ya siyaca cayasiya
Ya sihama mahasiya

8. Puisi Idiom Baru
Sesuai dengan namanya, puisi idiom gres yakni puisi kontemporer yang cenderung menggunakan idiom atau ungkapan baru. Puisi jenis ini biasanya menyajikan kata-kata dalam cara yang berbeda dari umumnya sehingga dihasilkan ungkapan dengan makna baru. Contoh puisi idiom gres yakni sebagai berikut.
Tidak
keheningan
   bukanlah sepi
kesepian
   bukanlah sunyi
penderitaan
   bukanlah luka
pertanyaan
   bukanlah ketidakpercayaan
menghilang
   bukanlah ketakutan
firasat
   jadi pertanda
      kamu pergi
         tuk selamanya!

Perbedaan Puisi Lama, Puisi Baru dan Puisi Kontemporer
Dari klarifikasi di atas, maka sanggup kita simpulkan perbedaan antara puisi lama, puisi baru, dan puisi kontemporer yaitu sebagai berikut.
Tabel Perbedaan Puisi Lama, Baru, Kontemporer
Puisi Lama
Puisi Baru
Puisi Kontemporer
Bersifat Anonim
Diketahui nama
pengarang
Diketahui nama
pengarang
Terikat oleh
aturan
Tidak terikat oleh
aturan
Tidak terikat oleh
aturan
Sangat terikat oleh
aturan-aturan
seperti jumlah
baris tiap bait,
jumlah suku kata
maupun rima
Bentuknya rapi,
simetris
Penulisan kata,
baris, dan bait
menyimpang dari
penulisan puisi
pada umumnya

Sumber https://blogbahasa-indonesia.blogspot.com/

Related Post